"Ini mi yang buat kita heran, karena tidak ada juga pengecer yang menjual, kita sudah keliling tidak dapat. Kalaupun ada cepat sekali habis dan harganya mahal sampai 25 ribu per botol," bebernya.

Mawan menilai, kondisi diperparah dengan tidak tersedianya BBM jenis Pertamax maupun Pertamax Turbo yang dapat menjadi alternatif bagi warga meski harganya mahal.

"Seandainya mungkin ada Pertamax atau Turbo, mungkin tidak akan susah begini. Karena kita ada pilihan lain," tandasnya.

Dia berharap pihak Pertamina dapat menambah pasokan BBM di SPBU tersebut guna mengatasi kesulitan yang tengah dialami masyarakat. Selain itu, dia meminta pemerintah dan pihak terkait memperketat pengawasan distribusi BBM. "Pasokan harus ditambah agar tidak terus terjadi antrean seperti sekarang. Selain itu, harus ini diawasi distribusi BBM agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan," pungkasnya.