NADIKABAR.COM — Sebanyak 200 peserta dari Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim) mengikuti kegiatan sosialisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos), Update Desil dan Bansos Kementerian Sosial.
"Sosialisasi dengan sistem jemput bola ini dilakukan karena adanya permohonan dari pengurus RW setempat. Dimana di wilayah tersebut masih ada warga yang memiliki desil tidak sesuai dengan kondisi perekonomian saat ini," kata Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kemensos RI Intan Nurazizah di Aula Maryam Wafiyyah Gang Padi, RT 09/02 Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Minggu.
Intan menilai, banyak warga yang belum pernah mendapatkan bantuan sosial dari kementerian, padahal kondisi perekonomiannya lemah.
"Sebenarnya untuk mengurus desil Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) bisa dilakukan secara mandiri melalui handphone. Yakni melalui aplikasi cekbansos Kemensos RI," ujar Intan.
Intan menyebut, melalui aplikasi handphone tersebut masyarakat lebih mudah dalam mengurus desil.
"Jadi cukup membuka aplikasi tersebut melalui handphonenya. Karena program perlindungan sosial ini sejatinya bisa diakses seluruh warga Indonesia," ucap Intan.
Intan juga mengingatkan masyarakat untuk mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai bagian dari kelengkapan administrasi dan proses verifikasi identitas dalam mengakses layanan pemerintah, termasuk program bantuan sosial.