NADIKABAR.COM β Warga Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengeluhkan suara petasan dan kembang api dalam kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan haul yang dinilai mengganggu anaknya yang berkebutuhan khusus.
"Anak saya sampai bangun. Anak saya sampai sampai kaget dan kejang. Saya cuma mikirnya anak dan orang tua saya aja," kata warga bernama Amanda Andono (50) kepada wartawan di Jakarta, Senin.
Dia mengatakan suara kembang api itu terdengar sangat keras dan berlangsung terus-menerus.
Menurut dia, suara itu berbeda dari kembang api yang biasa digunakan dalam acara-acara kebanyakan.
βIni benar-benar dentuman, seperti suara bom. Tidak selesai-selesai,β ujar Amanda.
Dentuman itu, kata dia, berdampak pada anaknya yang memiliki kebutuhan khusus dan sensitif terhadap suara keras.
Dia menyebutkan anaknya sempat terbangun, terkejut, dan mengalami kejang setelah mendengar suara tersebut.
Selain anaknya, Amanda juga mengkhawatirkan kondisi ibunya yang berusia 76 tahun.
Akibat dentuman yang tak kunjung berhenti, dia kemudian mendatangi lokasi acara tersebut untuk meminta penjelasan kepada pihak yang bertanggung jawab.
"Sampai di menit ke-15, belum juga berhenti. Jadi, akhirnya saya langsung keluar, tuh. Saya langsung keluar, saya enggak peduli ini mau gimana-bagaimana, tapi ini enggak bener," ucap Amanda.
Dia pun mengaku kesulitan menemui penyelenggara acara. Terlebih, dia justru mengalami tindakan fisik saat meminta agar dipertemukan dengan panitia.
Amanda mengaku sempat didorong dan ditarik oleh sejumlah orang. Ia juga mengaku wajahnya disembur air dan diminta agar meninggalkan lokasi.
Situasi itu kemudian semakin memanas ketika sejumlah orang mendatanginya.
Sementara itu, putranya yang menolongnya disebut mengalami luka cakaran pada tangan ketika berusaha menahan orang yang menurut Amanda hendak menyerangnya.
Amanda menilai penggunaan kembang api dengan suara dentuman keras seharusnya mempertimbangkan kondisi lingkungan sekitar.
Menurut dia, kawasan tersebut dihuni anak-anak, bayi, lansia, serta warga yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Keluhan serupa juga disampaikan Amanda melalui media sosial. Dalam unggahannya melalui akun Threads @amandaandono, ia mengatakan anaknya yang memiliki kebutuhan khusus sampai terbangun dan mengalami ketakutan.