Sanah mengaku ia bersama puluhan kepala keluarga di Desa Adat Sade sudah menyiapkan bahan-bahan untuk membangun ulang rumah mereka. Alasannya mereka harus berpacu dengan musim hujan yang dapat menggangu proses pembangunan tersebut.

Pembangunan ulang kampung adat ini, Sanah bertutur, tanpa menggunakan semen, kemudian tanpa ada listrik dan alat masak modern menggunakan gas LPG. Semuanya akan mengedepankan cara-cara tradisional seperti tahun 1970-an.

"Kami ingin kembali ke kampung adat tradisional. Artinya tidak ada listrik? Ya kita akan kembali seperti masa lalu menggunakan kayu bakar dan lampu minyak kelapa," katanya.

Sanah mengatakan warga akan mempertimbangkan keberadaan aliran listrik untuk Sade ke depan. Karena permintaan tetap ada aliran listrik tersebut disampaikan langsung oleh Menpar.

"Tadi Ibu Menteri menyampaikan kita butuh listrik. Itu akan kita pertimbangkan. Karena masyarakat juga trauma dengan listrik. Mungkin nanti kita butuh untuk penerangan, di dalam rumah itu tetap original tidak ada listrik. Misalnya kalau zaman dulu itu pakai lampu minyak kelapa. Itu kan, tidak bahaya," ulasnya.

Sanah menyebut kebanyakan kejadian kebakaran di Indonesia disebabkan oleh aliran listrik dan gas LPG. "Kita sudah biasa pakai kayu bakar. Jadi, tidak pernah ada kebakaran dari tungku. Yang ada itu kebakaran dari tabung gas LPG," katanya.