Sati bercerita, kebiasaan menabung koin ini dilakukan oleh seluruh anggota keluarganya. Setiap kali mendapatkan uang kembalian belanja, ia langsung memasukkannya ke dalam celengan tanpa berniat menggunakannya kembali untuk transaksi.
"Kalau ada kembalian langsung masuk celengan, nggak pernah dipakai recehnya. Mayoritas koin Rp 500 dan Rp 1.000," terangnya.
Terpisah, Administrator Perkasasan Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah BI Solo, Muhammad Faisal Fahmi, mengatakan nominal tukar terbanyak yakni Rp 2,3 juta
"Paling banyak kemarin itu ada satu penukar yang membawa sekitar Rp 2.300.000 dalam bentuk koin. Pecahannya campur, dari Rp 100 sampai Rp 1.000," ujarnya.
Faisal menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memutar kembali uang logam yang selama ini sering dianggap ribet oleh masyarakat untuk transaksi harian. Padahal, sektor ritel seperti swalayan sangat membutuhkan uang receh tersebut.
"Uang logam yang keluar dari BI biasanya tidak kembali lagi karena masyarakat lebih suka menyimpannya di rumah. Jadi kita inisiatif mengambilnya untuk diputarkan kembali ke masyarakat yang membutuhkan," jelasnya.
Untuk menarik minat warga, BI Solo memberikan 1 liter minyak goreng bagi penukar pertama setiap harinya dengan minimal penukaran 100 keping.