NADIKABAR.COM β€” Warga di Jalan Warung Pojok, RT 02/RW 02 Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, berencana membangun kembali jembatan penyeberangan secara swadaya jika pembangunan jembatan oleh Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakbar tidak dilanjutkan hingga akhir September ini.

β€œWarga sudah sepakat jika pengerjaan tidak dilanjutkan hingga akhir bulan ini, kita mau bikin jembatan mandiri lagi seperti dulu,” kata salah satu warga setempat Irwansyah saat ditemui di lokasi, pada Senin.

Opsi jembatan penyeberangan secara swadaya dibuka lantaran jembatan yang dijanjikan bakal dibangun dalam dua minggu sejak Selasa (1/9), tak kunjung selesai setelah tiga minggu.

β€œTapi ya namanya jembatan bambu enggak bisa bertahan lama, apalagi kalau banjir, pasti roboh gitu,” katanya.

Irwansyah mengatakan, jembatan tersebut merupakan akses penting warga untuk menuju pasar. Namun sejak jembatan lama yang dibuat warga dibongkar, warga terpaksa harus memutar untuk sampai ke pasar.

Menurut dia, waktu tempuh berjalan kaki menuju pasar kini bisa mencapai sekitar 10 hingga 15 menit.

Ia juga menyayangkan jembatan bambu yang sebelumnya digunakan warga telah dibongkar sebelum jembatan sementara selesai dibangun.

β€œHarapan warga, ya ini akses jembatan cepat jadi karena ini akses buat ke pasar sama ke makam lebih dekat. Harusnya kalau jembatan belum jadi, jembatan bambu jangan dirobohin dulu supaya akses warga tidak makin susah,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Barat menyiapkan pembangunan jembatan sementara berbahan baja wide flange (WF) untuk pejalan kali di RT02/RW02, Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengatakan, pembangunan jembatan sementara tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua minggu.

Adapun jembatan itu dibangun sebagai akses penghubung warga selama pekerjaan proyek yang menyebabkan jembatan sebelumnya dibongkar masih berlangsung.

β€œKetika ini nanti disepakati, dua minggu akan dibangun jembatan tersebut. Artinya bahwa jembatan saat ini sebagai jembatan alternatif yang sementara yang dibuat dari kayu, ini akan dibongkar bersama,” ujar Iin saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (1/9).

Menurut Iin, sebenarnya warga masih memiliki akses melalui dua jembatan lain yang berada di sisi kanan dan kiri lokasi jembatan yang sebelumnya dibongkar.

Namun, masyarakat tetap menginginkan jembatan di lokasi tersebut karena dinilai menjadi jalur yang lebih cepat untuk menghubungkan kawasan permukiman warga.