"Mau nyari kontrakan katanya yang Rp 300-an. Sementara iya, tidur di seberang itu (emperan)," jelasnya.

Fendi sendiri tak melihat korban disiksa selama tidur di emperan bersama orang tuanya. Dia hanya tahu saat ramai orang di depan warungnya yang ternyata korban meninggal.

"Kalau nyiksanya nggak lihat, tahunya udah rame anaknya meninggal. Terus dibawa lari sama bapak nya," ujarnya.

Mereka hanya terlihat saat malam hari. Sementara, pada siang hari tak terlihat.

"(Siang) Nggak ada, adanya malem doang," ucapnya.