NADIKABAR.COM — Wasekjen Bidang Hukum, Pertahanan dan Keamanan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Angga Putra Pratama menilai diperlukan dialog terbuka perihal konser Andrea Bocelli untuk menjaga keseimbangan diplomasi budaya, industri kreatif serta tetap menjaga solidaritas terhadap Palestina."Menurut saya, konser Andrea Bocelli seharusnya bisa menjadi momentum positif bagi Indonesia. Kita perlu melihatnya bukan semata-mata sebagai pertunjukan musik, melainkan sebagai peluang untuk memperkuat diplomasi budaya, menggerakkan industri kreatif, dan membuka ruang kolaborasi internasional," kata Angga dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Dukungan terhadap penyelenggaraan konser, menurutnya, tidak berarti mengesampingkan persoalan kemanusiaan, termasuk solidaritas terhadap rakyat Palestina.
Namun, isu kemanusiaan, diplomasi budaya, dan pengembangan industri kreatif perlu dibicarakan secara jernih tanpa terburu-buru menempatkan satu kepentingan sebagai alasan untuk menutup ruang bagi kepentingan lainnya.
"Solidaritas terhadap Palestina harus tetap menjadi komitmen moral dan politik Indonesia karena itu merupakan harga mati sesuai konstitusi. Tetapi pada saat yang sama, kita juga perlu membangun industri kreatif yang kuat dan diplomasi budaya yang efektif. Keduanya tidak harus dipertentangkan. Yang diperlukan adalah cara pandang yang proporsional, kebijakan yang jelas serta pelaksanaan yang bertanggung jawab," ujarnya.