Sebagai perbandingan, rekor sebelumnya terjadi pada 2022 dengan sekitar 300 kejadian longsor batu. Ravanel mengatakan peningkatan tersebut memiliki hubungan yang jelas dengan perubahan iklim.
Menurutnya, penelitian terhadap foto-foto kawasan Alpen selama hampir 200 tahun menunjukkan sebagian besar perubahan pada permukaan batu terjadi dalam beberapa dekade terakhir.
"Foto-foto ini mencakup hampir 200 tahun pemanasan iklim. Dengan membandingkannya, kami dapat mengidentifikasi bekas-bekas longsoran yaitu area tempat permukaan batu menjadi tidak stabil," jelasnya.
"Kami menemukan bahwa 80 atau 85 persen dari bekas-bekas tersebut terbentuk dalam dua atau tiga dekade terakhir. Jadi, ada hubungan yang sangat jelas tim redaksi pemanasan iklim dan ketidakstabilan permukaan batu," lengkap Ravanel.
Kondisi tersebut diperparah gelombang panas yang semakin sering dan berlangsung lebih lama. Panas ekstrem tidak hanya memengaruhi permukaan gunung, tetapi juga permafrost yang berada di dalamnya.