"Keruntuhan batu dan longsoran batu kini terutama terjadi karena degradasi permafrost, tetapi juga karena mundurnya gletser. Gletser cenderung memberikan tekanan pada lereng. Tekanan tersebut membantu menstabilkan lereng. Ketika gletser menipis, permukaan batu justru kehilangan tekanan tersebut," tambah Ravanel.
Longsor batu di Mont Blanc telah menelan korban jiwa. Pada Juli 2026, dua wisatawan asal Republik Ceko meninggal dunia akibat kejadian tersebut.
Seorang pria juga tewas dalam insiden serupa pada Agustus. Meski risikonya meningkat, otoritas setempat dan para ahli belum berencana membatasi akses ke kawasan pegunungan tinggi.
Pendaki tetap diperbolehkan beraktivitas, tetapi diminta lebih waspada. Para ahli memperingatkan longsor batu masih dapat terjadi dalam jumlah besar dalam beberapa bulan ke depan.
Pendaki pun disarankan memperhatikan kondisi cuaca dan informasi terbaru sebelum memasuki kawasan Mont Blanc.