NADIKABAR.COM — Bantuan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo via udara menggunakan Helikopter Water Bombing tidak mengudara pada Minggu 13 September 2026. Kendala cuaca menjadi penyebab helikopter water bombing tidak dapat dikerahkan.

"Water bombing belum biaa naik karena cuaca yang tidak memungkinkan, selain awan dan angin kencang yang menganggu helikopter saat akan naik, bisa turbulensi," terang Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satriyo Nurseno saat ditemui NadiKabar, Minggu (13/9).

Satriyo mengatakan bahwa water bombing sendiri sebenarnya sudah dikerahkan maksimal selama dua hari terakhir. Belasan ribu liter air telah disiramkan ke titik-titik api yang sulit untuk dijangkau tim darat di kawasan Gunung Bromo.

"Dua hari terakhir pada Jumat 11 September 2026 sudah 17 liter kami drop dan pada Sabtu 12 September 2026 itu sebanyak 15 ribu liter air dan hari ini nihil," kata dia.