NADIKABAR.COM — Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (8/10) ditutup melemah. IHSG turun 1,88% ke level 6.031,28.
Sejumlah saham masih mencatatkan kenaikan, seperti AMRT yang naik 2,04%, KLBF menguat 2,65%, dan ASII bertambah 0,42%. Di sisi lain, BBRI turun 3,50%, AMMN melemah 6,40%, sedangkan BMRI terkoreksi 3,50%.
Investor asing kembali mencatatkan aksi jual. Di pasar reguler, nilai net sell mencapai Rp848,28 miliar, sedangkan di seluruh pasar tercatat Rp867,27 miliar.
Dari 11 sektor yang diperdagangkan, sembilan sektor berakhir di zona merah. Sektor Industrial menjadi yang mengalami penurunan paling dalam, yakni 2,86%. Sementara sektor Health menjadi satu dari dua sektor yang menguat dengan kenaikan 0,70%.
Pergerakan bursa Amerika Serikat juga berlangsung beragam. Dow Jones naik 0,10% ke 51.231, sedangkan S&P 500 turun 0,47% ke 7.765 dan Nasdaq melemah 1,25% ke 27.193.
Tekanan jual asing terutama terlihat pada BBRI, BMRI, dan AMMN dengan nilai sekitar Rp461,93 miliar. Saham BBRI, BMRI, dan BBCA juga masuk dalam 10 saham yang paling menekan pergerakan indeks. Sementara itu, ETF EIDO turun 1,60% dan MSCI Indonesia melemah 1,96%.
WBSA menambah armada untuk mengembangkan bisnis angkutan laut. Melalui anak usaha tidak langsungnya, Beruang Maritim Indonesia (BMI), perseroan akan menambah lima set armada yang terdiri dari lima tugboat dan lima barge.
Penambahan armada tersebut diperkirakan meningkatkan kapasitas angkutan WBSA hingga sekitar 1,50 juta metric ton (MT) per tahun.
Dari lima set yang direncanakan, dua set telah diperoleh pada 5 dan 7 Oktober 2026. Armada tersebut dibeli dari Buana Cipta Mandala dan Amnor Shipyard yang merupakan pihak non-afiliasi. Nilai transaksi untuk dua set armada itu mencapai sedikitnya Rp48 miliar.