Sementara itu, Indonesia Creative Economy Outlook 2026–2027 dikembangkan bersama Katadata sebagai referensi data dan arah strategis pengembangan ekonomi kreatif nasional. Publikasi tersebut diarahkan untuk memberikan gambaran mengenai transformasi digital, pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), ekonomi berbasis kekayaan intelektual, serta potensi dan peluang pengembangan ekonomi kreatif di berbagai daerah.

Inisiatif ketiga, Ekraf Academy, difokuskan pada penguatan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja kreatif melalui pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Program tersebut dikembangkan bersama Indonesia Creative Cities Network (ICCN), asosiasi, dan lembaga sertifikasi profesi, dengan dukungan kerja sama 30 perguruan tinggi.

Pada tahun 2025, ekonomi kreatif nasional bertumbuh sekitar 6,8 persen, mendukung 27,4 juta pekerja, menarik 11,3 juta dolar AS dalam investasi, dan menyumbang ekspor sebesar 31,9 juta dolar AS. Riefky mengatakan perkembangan ini perlu dibarengi dengan dampak ekonomi nyata bagi penciptanya.