Lebih lanjut, WCCE 2026 dirancang sebagai wadah untuk memperluas jejaring sekaligus mendorong kolaborasi nyata antara pelaku industri kreatif lokal dan mitra internasional.

Untuk mewujudkan ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan, sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam membuka akses terhadap investasi dan adopsi teknologi modern.

"Ekonomi kreatif tidak tumbuh dalam ruang yang terpisah. Kita membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, kreator, komunitas, akademisi, investor, dan mitra internasional untuk membuka akses terhadap pasar, investasi, teknologi, dan pengembangan kekayaan intelektual. Karena itu, WCCE 2026 kami dorong agar tidak berhenti pada dialog, tetapi menghasilkan koneksi dan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi ekosistem ekonomi kreatif," jelas Irene.

Adapun komitmen Indonesia dalam mengawal masa depan ekonomi kreatif di tingkat global juga ditegaskan melalui perumusan Jakarta Vision on Creative Economy.

Cetak biru tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pilar untuk memperkuat posisi ekonomi kreatif dalam agenda pembangunan global pasca-2030. Langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan perhatian internasional terhadap kontribusi sosial dan ekonomi sektor tersebut.