NADIKABAR.COM — Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (WFP), Senin, mengumumkan kondisi kekurangan dana telah memaksa lembaga itu memangkas bantuan pangan di Jalur Gaza sekitar sepertiga dari alokasi biasanya, hingga menyebabkan sekitar 500.000 orang kehilangan akses terhadap bantuan penting menjelang musim dingin mendatang.
Dalam sebuah pernyataan, WFP mengatakan saat ini tengah membantu 1,1 juta warga rentan di Jalur Gaza, turun dari sekitar 1,6 juta orang pada bulan lalu. Jumlah jatah pangan yang diberikan juga dipangkas hingga separuhnya.
Keluarga penerima bantuan kini hanya mendapatkan satu paket pangan, dari sebelumnya yang dua paket, serta kantong tepung terigu dengan jumlah yang lebih sedikit, menurut WFP.
Jumlah makanan siap santap yang disediakan setiap hari juga berkurang dari 250.000 menjadi 150.000 porsi. Sementara itu, keluarga di wilayah yang sulit dijangkau, termasuk daerah dekat "garis kuning" yang dikuasai militer Israel, akan menerima makanan dua hari sekali, dan bukan setiap hari.