NADIKABAR.COM — Lebih dari 70 staf PBB masih ditahan di Yaman dan hanya satu pegawai Program Pangan Dunia (WFP) telah dibebaskan, menurut pernyataan organisasi tersebut pada Senin (5/10).
"Kami bersolidaritas dengan 72 personel PBB dan lima mantan personel PBB, termasuk rekan-rekan di WFP yang masih ditahan di Yaman, dan akan terus mengupayakan segala cara untuk memastikan pembebasan mereka secara segera dan aman," bunyi pernyataan tersebut.
Pegawai WFP yang telah dibebaskan itu kini telah berkumpul kembali dengan keluarganya, tambah WFP.
Sebelumnya, Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq menyebutkan jumlah warga sipil yang tewas akibat eskalasi konflik di Yaman meningkat menjadi 46 orang, termasuk 24 anak-anak.
Konfrontasi antara kelompok Houthi dan tentara pemerintah yang didukung Arab Saudi kembali pecah pada pertengahan Juli lalu setelah jeda selama empat tahun.
Pihak Houthi menguasai seluruh pesisir barat Laut Merah serta kota-kota dekat Selat Bab al-Mandab.
Pihak berwenang Yaman yang diakui secara internasional, Senin, mengumumkan dimulainya operasi untuk membebaskan Sanaa, ibu kota negara tersebut, dari gerakan kelompok Ansar Allah.
Sementara itu, koalisi yang dipimpin Arab Saudi dalam perang melawan kelompok Houthi melaporkan bahwa 100 pesawat tempur dikerahkan dalam serangan terhadap lebih dari 300 sasaran di wilayah yang dikuasai Houthi, dengan dukungan operasi darat oleh pasukan pemerintah.
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia