Secara global, emas digital yang didukung oleh emas fisik yang disimpan di fasilitas penyimpanan (vaulted digital gold) mencakup 89 persen dari total nilai pasar emas digital. Lebih dari separuh nilai kepemilikan emas digital jenis ini berada di Tiongkok, India, dan Indonesia.
Di Indonesia, lembaga keuangan terpercaya seperti Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) telah menyediakan akses terhadap emas digital jenis tersebut, dengan sekitar lima juta nasabah di Indonesia yang telah melakukan transaksi emas digital.
βTingginya kesadaran dan meningkatnya partisipasi masyarakat Indonesia terhadap emas digital menjadi sinyal positif bagi perkembangan pasar di Indonesia. Ke depan, penguatan kepercayaan dan kemudahan akses akan menjadi kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan ini,β ujar Fan.
Sementara itu, riset tersebut juga mencatat pasar emas digital yang saat ini bernilai sekitar 45β55 miliar dolar AS, berpotensi membuka peluang permintaan yang belum terealisasi (latent demand) hingga 700 miliar dolar AS.