"Ini baru permulaan. Kami mengembangkan kontrol ini langkah demi langkah, berdasarkan masukan keluarga tentang kebutuhan mereka. Semua kendali ini dirancang untuk mendukung percakapan terbuka tentang cara menggunakan WhatsApp antara orang tua dan remaja, sambil tetap menjaga pesan pribadi semua orang," demikian bunyi pernyataan WhatsApp.

Orang tua dapat memanfaatkan semua fitur itu hanya dengan satu PIN dan notifikasi yang jelas sehingga orang tua bisa mengetahui informasi terkait remajanya tanpa mengaturnya secara berlebihan.

Mengingat setiap keluarga berbeda, maka kontrol orang tua untuk remaja ini bersifat opsional. Orang tua dapat menyesuaikan atau menonaktifkan opsi-opsi kontrol itu kapan saja dan dimana saja.

WhatsApp menjanjikan meski kontrol diaktifkan, pesan dan telepon pribadi dari remaja tetap dilindungi oleh enkripsi end-to-end sehingga pesan yang dibagikan remaja tidak akan diketahui siapapun yang tidak berkepentingan bahkan WhatsApp sekalipun.