NADIKABAR.COM — Aplikasi pesan instan dari Meta, WhatsApp, mengenalkan fitur kontrol baru bagi orang tua melindungi anak remajanya sebagai pengguna layanan aplikasi pesan instan tersebut.

Fitur ini dirancang agar orang tua tetap bisa memandu anak-anaknya yang mulai tumbuh dewasa tanpa mengawasinya secara berlebihan.

"Hari ini kami memperkenalkan kendali orang tua untuk remaja - satu set fitur opsional yang fleksibel yang bisa disiapkan orang tua dan remaja bersama-sama untuk membantu keluarga memilih pengalaman WhatsApp yang tepat bagi mereka," demikian bunyi pernyataan WhatsApp yang diterima, Kamis.

Lewat fitur kontrol baru itu, WhatsApp memungkinkan orang tua untuk memilih pengaturan privasi yang tepat bagi remajanya seperti siapa yang dapat melihat foto profil sang remaja atau siapa yang menambahkan mereka ke grup.

Jika remaja ingin mengubah pengaturan tersebut, mereka perlu persetujuan orang tua melalui PIN yang diatur oleh orang tua.

Orang tua juga bakal menerima notifikasi ketika remajanya bergabung atau keluar dari sebuah grup. Dengan demikian orang tua bisa mengetahui siapa saja yang berhubungan dengan sang buah hati di aplikasi pesan instan itu.

Fitur ini juga menyertakan kemampuan agar orang tua bisa memilih bagaimana anak remaja mereka bisa menggunakan layanan Channel atau Saluran, pembaruan Status siapa saja yang bisa dilihat anak remaja, dan siapa yang bisa melihat pembaruan Status anak remaja.

Kontrol ini juga memungkinkan orang tua menentukan pengalaman anak dengan AI buatan Meta di WhatsApp yaitu Meta AI. Nantinya orang tua bisa memilih antara pengaturan otomatis 13+ dan opsi "Konten Terbatas" yang lebih ketat.

"Ini baru permulaan. Kami mengembangkan kontrol ini langkah demi langkah, berdasarkan masukan keluarga tentang kebutuhan mereka. Semua kendali ini dirancang untuk mendukung percakapan terbuka tentang cara menggunakan WhatsApp antara orang tua dan remaja, sambil tetap menjaga pesan pribadi semua orang," demikian bunyi pernyataan WhatsApp.

Orang tua dapat memanfaatkan semua fitur itu hanya dengan satu PIN dan notifikasi yang jelas sehingga orang tua bisa mengetahui informasi terkait remajanya tanpa mengaturnya secara berlebihan.

Mengingat setiap keluarga berbeda, maka kontrol orang tua untuk remaja ini bersifat opsional. Orang tua dapat menyesuaikan atau menonaktifkan opsi-opsi kontrol itu kapan saja dan dimana saja.

WhatsApp menjanjikan meski kontrol diaktifkan, pesan dan telepon pribadi dari remaja tetap dilindungi oleh enkripsi end-to-end sehingga pesan yang dibagikan remaja tidak akan diketahui siapapun yang tidak berkepentingan bahkan WhatsApp sekalipun.