NADIKABAR.COM — Atlet para angkat berat Indonesia Ni Nengah Widiasih mengaku merasa puas bisa merebut medali perunggu dengan kondisi bahu yang belum pulih sepenuhnya saat bersaing pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
"Biasanya saya selalu merebut emas dan perak, tetapi di Asian Para Games kali ini kondisi saya belum pulih 100 persen dari cedera karena sobekan bahu," kata Ni Nengah Widiasih seusai pertandingan di Nagoya City Trade and Industry Center, Nagoya, Jepang, Senin.
Widiasih yang turun di kelas 41kg putri menyelesaikan tiga percobaan dengan catatan terbaiknya pada percobaan pertama saat mengangkat beban seberat 97 kg.
Atlet 33 tahun harus puas finis di posisi ketiga untuk merebut perunggu di bawah Tursynay Kabyl asal Kazakhstan yang menempati posisi kedua dan wakil China Zhe Cui yang keluar sebagai juara.
Widiasih menjelaskan bahwa cedera bahu yang dialami saat mengikuti Kejuaraan Dunia pada 2025 lalu di Mesir belum sepenuhnya pulih hingga mengikuti Asian Para Games 2026.
Dalam kondisi tersebut, ia mengaku tetap berusaha keras selama tiga percobaan, meskipun harus gagal pada percobaan kedua dan ketiga.
"Saya berusaha maksimal karena selain mengejar medali, juga untuk memperbaiki world ranking saya untuk Paralimpiade 2028 di LA," katanya.
Meskipun medali perunggu menjadi pencapaian tertingginya pada Asian Para Games yang diikuti untuk kelima kalinya, Widiasih merasa tetap bersyukur bisa membawa pulang perunggu yang merupakan medali pertama untuk Kontingen Indonesia dalam ajang itu.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan doa yang menambah semangatnya untuk berprestasi di panggung multi cabang olahraga disabilitas terbesar Asia.
"Saya bersyukur masih bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia," katanya.