Ia mengatakan perseroan juga akan menggelar rapat umum pemegang obligasi (RUPO) dan rapat umum pemegang sukuk (RUPSU) guna membahas kesepakatan mengenai jangka waktu serta besaran imbal hasil, kupon, dan tingkat bunga.

”Mudah-mudahan ini bisa terjadi dan disepakati dalam akhir-akhir tahun ini, di tahun 2026,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mulyadi menjelaskan bahwa emiten BUMN Karya itu berencana menyelesaikan kewajiban utang perbankan melalui divestasi sejumlah aset milik anak perusahaan dengan nilai sekitar Rp5,5 triliun.