Menurut Pasek, keuntungan yang diperoleh dari transaksi pelepasan aset akan dialokasikan untuk mempercepat pelunasan utang WIKA.

β€œKeuntungan daripada divestasi ini tentunya akan kami lakukan untuk membayar pelunasan utang,” kata dia.

Adapun upaya pembenahan struktur keuangan WIKA juga mulai menunjukkan hasil.

Perseroan melaporkan total utang melandai sebesar Rp2,15 triliun sepanjang periode kuartal II 2025 hingga kuartal II 2026.