Hingga saat ini progres pekerjaan telah mencapai 70%, dengan fokus pada penyelesaian fasilitas serta kalibrasi dan sertifikasi ulang peralatan ukur. Sebagian besar pengujian telah dilaksanakan, antara lain pemeriksaan kualitas avtur, pengujian peralatan dan sistem dalam kondisi operasi, serta pengujian fungsi keselamatan seperti alarm dan sistem penghentian darurat. Tahapan utama yang tersisa adalah uji kekedapan jaringan pipa.
Pada puncak pengerjaan, WIKA melibatkan 200 tenaga kerja. Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) diterapkan melalui identifikasi bahaya dan penilaian risiko, sistem izin kerja, toolbox meeting, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta inspeksi berkala. Pengendalian lebih ketat diterapkan pada pekerjaan berisiko tinggi, seperti pengujian pipa dan pompa, pencegahan kebocoran dan kebakaran, pekerjaan listrik, serta pekerjaan di ruang terbatas, dengan dukungan kesiapsiagaan tanggap darurat.
Untuk menjaga keandalan dan keamanan, fasilitas ini dilengkapi sistem pengendali proses, sistem pengaman, dan penghentian darurat (Emergency Shutdown) yang terintegrasi. Kualitas avtur dikendalikan dengan mengacu pada standar industri penerbangan. Karena pekerjaan menyesuaikan jadwal operasional bandara, koordinasi intensif dengan otoritas bandara terus dilakukan agar tidak mengganggu penerbangan.