NADIKABAR.COM — PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) memasuki tahap penyelesaian akhir pre-commissioning dan commissioning Aviation Fuel Terminal (AFT) Kertajati di Bandara Internasional Kertajati, Majalengka. Seluruh rangkaian pekerjaan ditargetkan selesai pada Februari 2027. Setelah fasilitas beroperasi, pengisian avtur ke pesawat yang saat ini masih menggunakan kendaraan refueler dapat lebih efisien melalui sistem hydrant terintegrasi.

Proyek ini sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI, khususnya Asta Cita ketiga tentang pengembangan infrastruktur serta penciptaan lapangan kerja. AFT Kertajati memperkuat infrastruktur pendukung operasional bandara dan meningkatkan kualitas layanan transportasi udara, sekaligus menyerap tenaga kerja selama pelaksanaan proyek.

Pekerjaan WIKA mencakup pemeriksaan, perbaikan, pengujian, dan verifikasi kesiapan seluruh fasilitas pengisian bahan bakar pesawat, agar terintegrasi dalam satu sistem penerimaan, penyimpanan, penyaluran, dan pengisian avtur. Fasilitas utamanya meliputi fasilitas penerimaan bahan bakar, tangki timbun, pompa dan jaringan pipa hydrant menuju area apron, ruang katup, titik pengisian pesawat, serta ruang kendali dan kelistrikan.

Hingga saat ini progres pekerjaan telah mencapai 70%, dengan fokus pada penyelesaian fasilitas serta kalibrasi dan sertifikasi ulang peralatan ukur. Sebagian besar pengujian telah dilaksanakan, antara lain pemeriksaan kualitas avtur, pengujian peralatan dan sistem dalam kondisi operasi, serta pengujian fungsi keselamatan seperti alarm dan sistem penghentian darurat. Tahapan utama yang tersisa adalah uji kekedapan jaringan pipa.

Pada puncak pengerjaan, WIKA melibatkan 200 tenaga kerja. Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) diterapkan melalui identifikasi bahaya dan penilaian risiko, sistem izin kerja, toolbox meeting, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta inspeksi berkala. Pengendalian lebih ketat diterapkan pada pekerjaan berisiko tinggi, seperti pengujian pipa dan pompa, pencegahan kebocoran dan kebakaran, pekerjaan listrik, serta pekerjaan di ruang terbatas, dengan dukungan kesiapsiagaan tanggap darurat.

Untuk menjaga keandalan dan keamanan, fasilitas ini dilengkapi sistem pengendali proses, sistem pengaman, dan penghentian darurat (Emergency Shutdown) yang terintegrasi. Kualitas avtur dikendalikan dengan mengacu pada standar industri penerbangan. Karena pekerjaan menyesuaikan jadwal operasional bandara, koordinasi intensif dengan otoritas bandara terus dilakukan agar tidak mengganggu penerbangan.

Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, menyampaikan bahwa penyelesaian commissioning AFT Kertajati menjadi langkah penting agar fasilitas siap dioperasikan secara aman dan andal.

“Kami berkomitmen menyelesaikan seluruh tahapan commissioning dengan mengutamakan keselamatan dan keandalan sistem. AFT Kertajati diharapkan meningkatkan kualitas pelayanan pengisian bahan bakar pesawat serta mendukung pengembangan Bandara Internasional Kertajati ke depan,” tutup Ngatemin.