Lokasi proyek yang berbatasan dengan kawasan Borobudur juga menjadikan aspek lingkungan dan budaya sebagai perhatian utama dalam pelaksanaan konstruksi. Mitigasi dilakukan melalui pengendalian metode kerja, pergerakan alat berat, debu, getaran, kebisingan, serta pengelolaan material dan limbah sesuai ketentuan pemilik proyek dan instansi terkait. Pendekatan tersebut diterapkan untuk meminimalkan gangguan terhadap lingkungan dan kawasan budaya di sekitar proyek.

Pada sejumlah pekerjaan struktur, termasuk pile slab, pengendalian dilakukan secara lebih ketat mengingat kondisi jalan nasional yang tetap aktif, kondisi tanah, serta muka air tanah. Pengendalian mencakup verifikasi data geoteknik, pemilihan metode konstruksi, pemantauan deformasi dan elevasi, pengaturan lalu lintas selama pekerjaan, hingga pemeriksaan mutu pada akurasi titik, pembesian, sambungan, pengecoran, dan hasil pengujian beton.

Pembangunan proyek juga membuka peluang keterlibatan tenaga kerja, pemasok, dan pelaku usaha lokal di Magelang yang memenuhi persyaratan kompetensi, mutu, keselamatan, dan ketentuan pengadaan. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat di sekitar proyek.