Untuk mendukung efektivitas pelaksanaan, WIKA menerapkan sejumlah inovasi, antara lain pemanfaatan teknologi survei, pengendalian progres berbasis data, optimalisasi penggunaan alat, serta prefabrikasi. Pengendalian mutu dilakukan sejak tahap perencanaan melalui Inspection and Test Plan (ITP), checklist, dan hold point untuk memastikan pekerjaan sesuai standar serta meminimalkan potensi rework. Material hasil galian juga dimanfaatkan kembali sebagai material timbunan sesuai persyaratan teknis, sehingga dapat meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi mobilisasi alat berat dan emisi yang ditimbulkannya.
Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, menyampaikan bahwa pembangunan Jalan Tol Jogja–Bawen Seksi 3 diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas antardaerah, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan kawasan Borobudur.
“Harapan kami, pembangunan Tol Jogja–Bawen Seksi 3 dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan konektivitas dan mobilitas serta mempermudah akses wisatawan menuju kawasan Borobudur yang pada akhirnya mendukung perekonomian masyarakat Magelang. Namun, pembangunan infrastruktur ini harus tetap berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan, budaya, dan kepentingan masyarakat lokal, sehingga infrastruktur yang dihasilkan tidak hanya berkualitas, tetapi juga berkelanjutan,” tutup Ngatemin.