NADIKABAR.COM — PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), sebagai bagian dari KSO PP–Waskita–WIKA (WIKA KSO), melanjutkan pembangunan Jalan Tol Jogja–Bawen Seksi 3 dengan target penyelesaian pada Juni 2028. Jalan tol ini menjadi bagian dari konektivitas yang menghubungkan wilayah Jogjakarta dan Jawa Tengah sekaligus memperkuat koridor strategis Joglosemar (Jogjakarta–Solo–Semarang). Kehadiran infrastruktur ini juga diharapkan mendukung akses menuju kawasan Borobudur serta mendorong mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah sekitarnya.

Saat ini, pekerjaan Seksi 3 berada pada tahap pekerjaan tanah yang meliputi galian, pembangunan box culvert dan box traffic, serta borepile untuk struktur jembatan. Percepatan pekerjaan difokuskan pada penyelesaian galian, timbunan, dan struktur melalui pemantauan produktivitas secara harian dan mingguan serta pengendalian pekerjaan pada lintasan kritis.

Sebagai bagian dari konektivitas menuju kawasan Borobudur, pembangunan Seksi 3 sejalan dengan Asta Cita, khususnya dalam mendorong pembangunan infrastruktur yang mendukung konektivitas dan pariwisata, sekaligus memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan pelestarian budaya.

Lokasi proyek yang berbatasan dengan kawasan Borobudur juga menjadikan aspek lingkungan dan budaya sebagai perhatian utama dalam pelaksanaan konstruksi. Mitigasi dilakukan melalui pengendalian metode kerja, pergerakan alat berat, debu, getaran, kebisingan, serta pengelolaan material dan limbah sesuai ketentuan pemilik proyek dan instansi terkait. Pendekatan tersebut diterapkan untuk meminimalkan gangguan terhadap lingkungan dan kawasan budaya di sekitar proyek.

Pada sejumlah pekerjaan struktur, termasuk pile slab, pengendalian dilakukan secara lebih ketat mengingat kondisi jalan nasional yang tetap aktif, kondisi tanah, serta muka air tanah. Pengendalian mencakup verifikasi data geoteknik, pemilihan metode konstruksi, pemantauan deformasi dan elevasi, pengaturan lalu lintas selama pekerjaan, hingga pemeriksaan mutu pada akurasi titik, pembesian, sambungan, pengecoran, dan hasil pengujian beton.

Pembangunan proyek juga membuka peluang keterlibatan tenaga kerja, pemasok, dan pelaku usaha lokal di Magelang yang memenuhi persyaratan kompetensi, mutu, keselamatan, dan ketentuan pengadaan. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat di sekitar proyek.

Untuk mendukung efektivitas pelaksanaan, WIKA menerapkan sejumlah inovasi, antara lain pemanfaatan teknologi survei, pengendalian progres berbasis data, optimalisasi penggunaan alat, serta prefabrikasi. Pengendalian mutu dilakukan sejak tahap perencanaan melalui Inspection and Test Plan (ITP), checklist, dan hold point untuk memastikan pekerjaan sesuai standar serta meminimalkan potensi rework. Material hasil galian juga dimanfaatkan kembali sebagai material timbunan sesuai persyaratan teknis, sehingga dapat meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi mobilisasi alat berat dan emisi yang ditimbulkannya.

Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, menyampaikan bahwa pembangunan Jalan Tol Jogja–Bawen Seksi 3 diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas antardaerah, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan kawasan Borobudur.

“Harapan kami, pembangunan Tol Jogja–Bawen Seksi 3 dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan konektivitas dan mobilitas serta mempermudah akses wisatawan menuju kawasan Borobudur yang pada akhirnya mendukung perekonomian masyarakat Magelang. Namun, pembangunan infrastruktur ini harus tetap berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan, budaya, dan kepentingan masyarakat lokal, sehingga infrastruktur yang dihasilkan tidak hanya berkualitas, tetapi juga berkelanjutan,” tutup Ngatemin.