Sementara dari sisi inovasi, WIKA menerapkan metode pemanfaatan kembali air hydrotest (reuse hydrotest water) dalam pelaksanaan KSCS Package 3.

Air yang telah digunakan untuk pengujian tekanan pada satu segmen pipa tidak langsung dibuang, melainkan dialirkan dan dimanfaatkan kembali untuk pelaksanaan hydrotest pada segmen berikutnya setelah memenuhi persyaratan operasional.

Metode ini mendukung efisiensi penggunaan air selama proses konstruksi, mengurangi kebutuhan pengambilan air baru, serta meminimalkan volume air yang dibuang ke lingkungan tanpa mengurangi kualitas dan keandalan pelaksanaan hydrotest.

Adapun KSCS Package 3 melengkapi portofolio WIKA di bidang infrastruktur air, yang turut mencakup proyek Reservoir Distribution Center (DC) Semanan pada SPAM Regional Karian–Serpong serta sejumlah proyek transmisi dan pengolahan air lainnya di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui portofolio tersebut, WIKA berperan aktif mendukung program ketahanan air nasional, sekaligus menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di setiap tahapan pelaksanaan proyek.

“WIKA melihat pembangunan KSCS Package 3 sebagai bagian dari kontribusi menghadirkan ketahanan air baku yang mampu menunjang kebutuhan masyarakat di wilayah Banten dan Jakarta secara berkelanjutan. Melalui penerapan inovasi konstruksi dan pengelolaan risiko yang terukur, kami berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tutup Ngatemin.