NADIKABAR.COM — PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mempercepat pembangunan proyek Karian Dam–Serpong Water Conveyance System (KSCS) Package 3 yang hingga saat ini progresnya mencapai 24,67 persen.

Proyek tersebut ditargetkan rampung pada 3 Agustus 2027, kata Corporate Secretary WIKA Ngatemin dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Ngatemin mengatakan proyek KSCS Package 3 menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur strategis nasional yang ditujukan untuk memperkuat sistem transmisi air baku Karian–Serpong.

“Pembangunan infrastruktur air baku ini juga sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Astacita, khususnya melalui ketahanan air serta pengembangan infrastruktur untuk mendukung pemerataan pembangunan,” kata dia.

Setelah rampung, KSCS Package 3 akan menjadi bagian penting dari sistem transmisi air baku Karian–Serpong yang mendukung peningkatan keandalan penyaluran air menuju wilayah pelayanan.

Infrastruktur ini mendukung pengembangan sistem transmisi air baku dari Bendungan Karian ke Instalasi Pengolahan Air Serpong dan empat instalasi pengolahan air cabang lainnya, guna menyediakan air bersih berkualitas tinggi yang memenuhi standar kualitas air Pemerintah Indonesia.

“Kehadiran infrastruktur ini turut menjawab peningkatan permintaan air minum akibat pertumbuhan pesat kota-kota di wilayah timur Banten dan Jakarta, sekaligus mengurangi penarikan air tanah dan penggunaan sumur dalam yang tidak dianjurkan karena dampak lingkungan yang merugikan,” ujar Ngatemin.

Dalam proyek KSCS Package 3, WIKA menangani sejumlah lingkup pekerjaan utama, meliputi Preparation Work, Soil Work, Pipe Procurement and Installation Work, Crossing Pipe Work, Structural Work, Road and Drainage Work, Miscellaneous Work, serta Mechanical, Electrical, Instrumentation Procurement and Installation Accessories Pipe Work.

Keseluruhan lingkup pekerjaan tersebut mendukung pembangunan sistem transmisi air baku sebagai bagian dari Proyek Karian–Serpong.

Sejumlah pekerjaan persiapan proyek telah diselesaikan sesuai tahapan pelaksanaan konstruksi, termasuk mobilisasi, pekerjaan awal, serta pengadaan material sesuai kebutuhan proyek.

Saat ini, pekerjaan berfokus pada proses pemasangan pipa, meliputi stringing pipa, fit-up sambungan pipa, welding (pengelasan), Non-Destructive Testing (NDT), hydrotest pada segmen pipa yang telah memenuhi persyaratan pengujian, serta pekerjaan jalan inspeksi.

Dalam pelaksanaannya, WIKA melibatkan sekitar 90 tenaga kerja dengan penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara konsisten, mulai dari safety morning talk (SMT) dan toolbox meeting rutin, safety induction bagi seluruh personel, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai jenis pekerjaan, penerapan permit to work untuk pekerjaan berisiko, hingga inspeksi keselamatan berkala dan pengawasan kepatuhan prosedur kerja.

“Progres pelaksanaan KSCS Package 3 yang saat ini berjalan di atas rencana menunjukkan konsistensi WIKA dalam menjaga mutu, keselamatan, serta ketepatan waktu pelaksanaan proyek. Kami terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk dalam proses pembebasan lahan, agar proyek strategis ini dapat rampung sesuai target dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” terang Ngatemin.

Sementara dari sisi inovasi, WIKA menerapkan metode pemanfaatan kembali air hydrotest (reuse hydrotest water) dalam pelaksanaan KSCS Package 3.

Air yang telah digunakan untuk pengujian tekanan pada satu segmen pipa tidak langsung dibuang, melainkan dialirkan dan dimanfaatkan kembali untuk pelaksanaan hydrotest pada segmen berikutnya setelah memenuhi persyaratan operasional.

Metode ini mendukung efisiensi penggunaan air selama proses konstruksi, mengurangi kebutuhan pengambilan air baru, serta meminimalkan volume air yang dibuang ke lingkungan tanpa mengurangi kualitas dan keandalan pelaksanaan hydrotest.

Adapun KSCS Package 3 melengkapi portofolio WIKA di bidang infrastruktur air, yang turut mencakup proyek Reservoir Distribution Center (DC) Semanan pada SPAM Regional Karian–Serpong serta sejumlah proyek transmisi dan pengolahan air lainnya di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui portofolio tersebut, WIKA berperan aktif mendukung program ketahanan air nasional, sekaligus menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di setiap tahapan pelaksanaan proyek.

“WIKA melihat pembangunan KSCS Package 3 sebagai bagian dari kontribusi menghadirkan ketahanan air baku yang mampu menunjang kebutuhan masyarakat di wilayah Banten dan Jakarta secara berkelanjutan. Melalui penerapan inovasi konstruksi dan pengelolaan risiko yang terukur, kami berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tutup Ngatemin.