NADIKABAR.COM — PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKAIKON) yang merupakan Anak Perusahaan dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), mengerjakan fabrikasi dan pemasangan Steel Box Girder pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang Seksi 3 (Cileles–Panimbang) Fase 2 Paket 1. Sejalan dengan Asta Cita ketiga dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur, jalan tol ini diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang, serta membuka akses ke kawasan industri dan destinasi wisata di Banten Selatan.
WIKAIKON mengerjakan pekerjaan ini secara terintegrasi, mulai dari fabrikasi, pengiriman, perakitan, hingga pemasangan di lokasi proyek. Struktur yang dikerjakan terdiri atas empat bentang sepanjang masing-masing 70 meter, dengan enam jalur gelagar pada setiap bentang. Secara keseluruhan terdapat 24 jalur gelagar yang tersusun dari 168 segmen, dengan bobot gelagar terberat mencapai 240 ton.
Seluruh komponen diproduksi di Pabrik Fabrikasi Baja WIKAIKON di Majalengka, Jawa Barat, yang berkapasitas hingga 65.000 ton baja per tahun. Setiap komponen melalui pemeriksaan mutu untuk memastikan material, ukuran, sambungan, dan bentuk struktur sesuai dengan spesifikasi proyek.
Direktur Utama WIKAIKON, Tri Prabowo, mengatakan bahwa keterlibatan perusahaan dalam proyek ini mencerminkan kemampuan WIKAIKON dalam menangani pekerjaan struktur baja dengan tingkat kesulitan yang tinggi. “Pekerjaan Steel Box Girder pada Proyek Tol Serang–Panimbang menjadi salah satu wujud kemampuan WIKAIKON dalam menghadirkan solusi struktur baja secara terintegrasi, mulai dari proses fabrikasi hingga pemasangan di lapangan,” ujar Tri Prabowo.
Setelah selesai difabrikasi, komponen dikirim ke lokasi proyek untuk dirakit sebelum dipasang. Karena ukuran dan bobotnya yang besar, gelagar dipindahkan menggunakan kendaraan angkut khusus beroda banyak, kemudian diangkat dan ditempatkan menggunakan crane berkapasitas 450 ton dan 500 ton.
Sebelum pengangkatan, tim WIKAIKON memeriksa kesiapan struktur, alat angkat, jalur perpindahan, dan area kerja agar pemasangan berjalan aman dan presisi. Dalam pelaksanaannya, WIKAIKON juga menerapkan sistem manajemen mutu, lingkungan, serta keselamatan dan kesehatan kerja berstandar ISO 9001, ISO 14001, dan ISO 45001, serta SMK3 sesuai PP Nomor 50 Tahun 2012.
“Dengan dukungan fasilitas produksi, kompetensi engineering, kesiapan peralatan, serta penerapan standar mutu dan keselamatan kerja, kami berkomitmen menghasilkan pekerjaan yang berkualitas, presisi, dan memenuhi kebutuhan proyek,” tutup Tri Prabowo.