NADIKABAR.COM — Kreator konten sekaligus seniman muda,Winola Sebastian, membagikan kisah perjalanannya di dunia lukis. PemilikakunInstagram @weknowlah ini mengakuketertarikannya pada seni gambar sudahterpupuk sejak usianya masih amat belia.

Perempuan kelahiran 23 Juni 2002 ini mengenang bagaimana orang tuanya pertama kali mengenalkannya pada krayon dan pensil warna saat ia masih berumur 3-4 tahun. Coretan warna-warni di dinding rumah pun menjadi saksi bisu awal mula kreativitasnya terasah.

"Entah kenapa, saya pun punya ketertarikan terhadap gambar-gambar. Sampai dinding rumah keluarga kami penuh dengan coretan warna-warni," ujarnya saat dihubungi, Selasa (6/10/2026).

Momen kecintaan mendalam Winola pada seni lukis semakin mantap saat menginjak usia remaja. Kala itu, ia dibuat terpukau oleh gambar-gambar realis menggunakan pensil warna yang tampak begitu hidup layaknya foto.

Awalnya, Winola Sebastian berpikir kemampuan seperti itu hanya dimiliki orang-orang berbakat alami. Namun, persepsinya berubah setelah ia mencoba berlatih sendiri.

"Setelah berupaya latihan, saya menyadari bahwa 'talenta' itu bukan terjadi secara kebetulan. Kita bisa berupaya untuk belajar menggambar dan melukis, menggunakan teknik tertentu untuk mendapatkan efek realis," tuturnya.

Meski sebagian besar kemampuannya dikembangkan secara otodidak, Winola menyebut pamannya menjadi sosok penting yang mengajarkan teknik dasar menggambar padanya. Pelajaran singkat selama 30 menit tentang shading mata menggunakan pensil menjadi fondasi kuat baginya hingga saat ini.

Kini, Winola Sebastian aktif membagikan proses berkaryanya di media sosial. Berbagai medium pernah ia coba, mulai dari cat air, akrilik, gouache, cat minyak di atas kanvas, kertas, hingga media tak biasa seperti kulkas, motor, dan dinding.

Membuat konten lukis diakui Winola memiliki suka dukanya tersendiri. Meskipun ide dan inspirasi mengalir tanpa henti, proses produksi yang ia kerjakan sendirian cukup memakan waktu.

"Karena semua produksi dibuat oleh saya sendiri tanpa bantuan orang lain: mulai dari pembuatan lukisannya, merekam prosesnya, set up kamera, membuat naskah dan mengedit video. Jadi memang, eksekusinya cukup memakan waktu," katanya.

Meskipun begitu, ia merasa puas karena media sosial menjadi wadah baginya untuk menyalurkan kreativitas, membagikan tutorial, mengulas sejarah lukisan terkenal, hingga menginformasikan pameran seni di Indonesia.

Keberanian dan konsistensi Winola dalam berkarya membuah hasil manis. Pada Januari 2025 lalu, ia sukses menggelar pameran tunggal pertamanya bertajuk Growth yang bekerja sama dengan C Project by Museum of Toys.

Pameran tersebut merupakan rangkuman dari kumpulan karya personal yang Winola Sebastian ciptakan selama beberapa tahun terakhir, mencerminkan perjalanan dan dinamika perasaan di berbagai fase hidupnya.

"Saya sudah mulai mengumpulkan beberapa karya personal dalam jangka waktu beberapa tahun. Jadi, saat waktunya mendapat kesempatan untuk menggelar pameran tunggal, itu merupakan kompilasi dari perjalanan berkarya saya. Dan berbagai karya itu menggambarkan perasaan yang berbeda dalam fase hidup yang berbeda dengan tema 'Growth' atau pertumbuhan," ujarnya.

Lantas, apa rencana Winola selanjutnya? Sang kreator membocorkan bahwa saat ini dirinya tengah mempersiapkan kejutan baru bagi para penikmat seninya.

"Sejak pameran tersebut, saya memang belum membuat seri lukisan terbaru. But I'm preparing something, coming soon!" pungkasnya.