NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyoroti wisata kebugaran (wellness tourism) dapat menggerakkan ekosistem pariwisata dari hulu ke hilir dan memberikan dampak yang luas pada perekonomian bangsa.

"Wisata kebugaran itu sangat besar, bukan bisnis yang kecil karena dia punya banyak sekali cakupan item-nya," kata Ni Luh saat berkunjung ke ANTARA Heritage Center (AHC) di Jakarta, Kamis.

Ni Luh mengatakan industri wisata kebugaran tidak hanya bicara mengenai fisik, tetapi juga ketenangan jiwa sampai berbagai macam makanan atau minuman yang dikonsumsi.

Wisata tematik ini dinilai dapat membuka akses pada lapangan pekerjaan karena mampu menggerakkan penyedia bahan baku pembuatan produk, produsen sampai proses distribusi kepada pembeli dan wisatawan. Salah satu contoh produk yang disebutnya yakni minyak aroma terapi yang baunya khas dari daerah tertentu.

Pembuatan aroma terapi kini tidak hanya berpusat di Bali dan Jawa, tetapi sudah mulai meluas hingga ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Bahkan para agen perjalanan atau tur operator (TA/TO) sudah mulai masif membuat paket wisata yang menawarkan pengalaman bermakna dari wisata kebugaran khas sejumlah daerah seperti DI Yogyakarta dan Bali.

Hal ini dikarenakan wisata kebugaran menjadi salah satu alasan utama wisatawan datang ke dalam negeri.