"Mereka (TA/TO) juga menjual paket wellness medical (kebugaran dan kesehatan) yang ada di beberapa tempat di Jakarta. Mungkin orang berpikir Jakarta itu sudah sumpek ya, tapi ternyata ada yang datang, utamanya dari Malaysia untuk betul-betul merasakan wellness yang ditawarkan di Jakarta," katanya.
Lebih lanjut, Ni Luh melihat potensi besar itu turut menggerakkan para pemilik resor atau hotel sudah menyiapkan paket-paket kebugaran yang dapat dicoba wisatawan ketika menginap di sana.
Menurutnya paket wisata ini akan menguntungkan karena setidaknya rata-rata menginap wisatawan asing minimal mencapai 10 hari untuk menikmati layanan yang disediakan.
"Paling tidak ada 10 hari mereka (menginap), kita bicara wisata mancanegara ya, untuk melakukan wellness sampai dengan bahkan 3 minggu untuk menikmati paket wellness iyang dijual oleh teman-teman di industri," ucap Ni Luh.
Pelaku industri pun juga dikatakannya rajin menggelar ekshibisi mengenai kebugaran atau kecantikan.
"Saya lihat bahwa banyak teman-teman di Indonesia yang sudah mulai sadar dan yang jual tidak hanya Bali dan Yogyakarta saja. Teman-teman di daerah Jawa Barat juga ada yang menjual (produk) wellness," tambahnya.