NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, memperkuat komitmen ketahanan ketersediaan air dan konservasi lingkungan melalui perluasan daya dukung keberlanjutan fungsi kawasan Embung Doho di Desa Doho, Kecamatan Girimarto.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno di Embung Doho, Wonogiri, Rabu menyampaikan keberadaan embung seluas 1,5 hektare tersebut memegang peranan penting sebagai penopang irigasi pertanian serta menjaga ketersediaan air di tengah ketidakpastian iklim.
"Dampak positif pembangunan embung seluas 1,5 hektare ini yang utama adalah mampu menghadirkan fasilitas irigasi dan ketahanan ketersediaan air untuk budidaya pertanian," kata dia.
Dalam paparannya, Setyo menjelaskan bahwa keberadaan infrastruktur penampung air yang telah beroperasi selama delapan tahun ini terbukti mampu menjaga produktivitas lahan pertanian lokal sekaligus menjadi sarana konservasi air tanah bagi wilayah sekitarnya.
Pihaknya memberikan apresiasi kepada kolaborasi PT Coca-Cola Indonesia, Coca-Cola Foundation Indonesia, dan Yayasan Obor Tani yang konsisten mendukung pemeliharaan ekosistem embung serta pengembangan sarana penunjang ramah lingkungan.
Saat ini, ada lebih dari 300 orang petani yang terdiri dari tujuh Gapoktan di Desa Doho yang memanfaatkan air dari embung tersebut untuk lahan pertaniannya karena aliran sungai setempat kering selama musim kemarau yang sudah berlangsung sejak Juni lalu.
Untuk itu, dia menilai pengembangan fasilitas kawasan yang menyelaraskan fungsi penyerapan air dan pemanfaatan potensi lingkungan dinilai menjadi modal penting mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan di tengah ketidakpastian iklim saat ini.
Kawasan Embung Doho juga dinilai berhasil meningkatkan efisiensi sistem pemompaan air pertanian sekaligus menekan emisi karbon lingkungan setempat dengan pemanfaatan instalasi energi terbarukan berbasis panel surya.
Pengembangan sistem energi bersih ini menggunakan empat unit panel surya modern berdaya 585 Watt peak per unit, sehingga menghasilkan total kapasitas puncak sebesar 2.340 Watt peak yang berproduksi optimal pada pukul 10.00 hingga 14.00 WIB.
Teknologi panel surya difungsikan khusus menyokong daya pompa guna mengalirkan air dari embung menuju kebun dan persawahan warga secara lebih hemat biaya, sedangkan unit di titik kedua menyuplai energi operasional kawasan Taman Kuliner Doho.
Skema energi surya ini dipadukan dengan konsep pemanenan air hujan (rainwater harvesting) serta daur ulang air (water reuse) untuk kebutuhan non-konsumsi.
Bupati Wonogiri berpesan kepada warga masyarakat Desa Doho dan Kecamatan Girimarto untuk aktif menjaga kebersihan serta kelestarian ekosistem di sekitar penampungan air tersebut agar fungsi konservasinya tetap optimal.
"Harapan kita bersama, semakin lengkap fasilitas dan terjaganya kawasan Embung Doho ini dapat menjadi pemantik kelestarian lingkungan sekaligus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat," kata dia.