Namun, prosesnya bukan sekadar menghancurkan botol plastik kemudian mencampurkannya ke dalam adonan cookies. Dilaporkan American Chemical Society (ACS), para peneliti menggunakan mikroba dalam proses pengolahan limbah plastik tersebut hingga dapat diubah menjadi bahan pangan.

Dalam pengembangannya, ilmuwan menggunakan polyethylene terephthalate (PET), jenis plastik yang umum digunakan untuk membuat botol. Melalui serangkaian reaksi kimia, material tersebut dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang menyerupai protein.

Peneliti juga memanfaatkan limbah tanaman jagung, seperti batang dan daun, serta biomassa lainnya. Potongan bahan tersebut kemudian diberikan kepada ragi yang telah diprogram untuk menjalani proses berikutnya.

Setelah melewati sejumlah tahapan, hasil akhirnya dicetak menggunakan printer 3D hingga menghasilkan produk yang diberi nama Β΅Bites. Bentuknya dibuat menyerupai cookies yang dapat dikonsumsi.