"Kami mencoba mengembangkan teknologi untuk meningkatkan nilai guna plastik agar menjadi produk yang lebih bernilai. Kami berpikir, mengapa tidak fokus membuat makanan? Sebab, plastik adalah karbon dan makanan juga karbon," ujar Associate Professor Lahiru Jayakody.
Meski terdengar tak biasa, para peneliti menyebut produk tersebut saat ini aman untuk dimakan. Namun, cookies dari limbah plastik ini belum akan ditemukan di rak supermarket dalam waktu dekat.
Pasalnya, sampai sekarang tim peneliti masih menunggu persetujuan untuk melakukan uji rasa. Karena itu, belum ada gambaran lebih lanjut mengenai rasa produk tersebut ketika benar-benar dikonsumsi manusia.