Ia menyebut bantuan alsintan akan disalurkan ke 32 kabupaten/kota, dengan jenis peralatan yang disesuaikan dengan karakteristik lahan dan kebutuhan masing-masing daerah. Karena itu, Luthfi meminta pemerintah daerah dan kelompok tani penerima memastikan alat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik.

Selain meningkatkan efisiensi, Luthfi berharap modernisasi mampu menarik minat generasi muda untuk bekerja di sektor pertanian. Menurutnya, saat ini semakin banyak anak petani yang memilih bekerja di sektor lain.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavares menjelaskan bantuan 1.507 unit alsintan tersebut meliputi 100 unit rice transplanter, kemudian 10 unit combine harvester, 30 unit traktor roda empat, 80 unit hand tractor singkal, 74 unit kultivator, 80 unit traktor crawler, 100 unit pompa air diesel, 28 unit alat pencacah pupuk organik, dan 1.005 unit handsprayer elektrik.

Ia mengatakan penggunaan alsintan diperkirakan mampu meningkatkan efisiensi pekerjaan pertanian sekitar 40-50 persen. Mekanisasi juga dinilai dapat menekan kehilangan hasil panen dan pascapanen dari sekitar 10 persen menjadi maksimal 2 persen.