Kementerian Pertanian turut memperkuat kapasitas dan kelembagaan pekebun serta mengembangkan kemitraan dengan pelaku usaha untuk memperluas akses terhadap teknologi, pembiayaan, dan pasar.

Sekretaris Jenderal CPOPC Izzana Salleh mengatakan minyak sawit menyumbang sekitar sepertiga produksi minyak nabati global, sedangkan negara anggota dan pengamat CPOPC secara bersama-sama mencakup hampir 90 persen produksi minyak sawit dunia.

"Keberlanjutan harus tetap berpijak pada realitas. Keberlanjutan harus melindungi ekosistem dan keanekaragaman hayati, tetapi juga memastikan pekebun kecil dan masyarakat tidak tertinggal," kata Izzana.

Ia mengatakan sektor sawit juga menghadapi dampak perubahan iklim serta berkembangnya tuntutan perlindungan lingkungan, keberlanjutan, dan ketertelusuran di pasar internasional.

β€œMemperbaiki persepsi global terhadap minyak sawit tidak dapat dicapai hanya melalui komunikasi. Itu harus didukung oleh bukti, transparansi, perbaikan berkelanjutan, dan praktik keberlanjutan yang kredibel di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan daya saing, konservasi, dan produksi dapat berjalan beriringan dalam pengembangan komoditas berkelanjutan.