NADIKABAR.COM — Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump membicarakan sejumlah isu termasuk soal Taiwan dan kondisi di Iran saat bertemu di Gedung Putih, Washington pada Kamis (24/9).

"Presiden Xi mengharapkan AS akan tetap berpegang pada posisi yang tepat untuk menentang 'kemerdekaan Taiwan' dan menangani isu Taiwan secara hati-hati, demi meletakkan landasan yang kokoh bagi kerja sama strategis China-AS serta pengembangan hubungan bilateral," demikian disebutkan dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri China yang diakses ANTARA dari Beijing, Jumat.

Pembicaraan itu dilaksanakan saat kunjungan kenegaraan resmi Presiden Xi Jinping ke Washington pada 23-25 September 2026. Presiden Trump sebelumnya melakukan kunjungan kenegaraan ke Beijing pada 13-15 Mei 2026.

"Presiden Xi menekankan bahwa posisi China dalam menjaga reunifikasi nasional dan integritas wilayah sangatlah tegas dan jelas," demikian disebutkan.

Sedangkan soal kondisi di Timur Tengah, khususnya di Iran, Presiden Xi menyatakan bahwa China senantiasa meyakini perlunya menghormati kedaulatan dan keamanan semua negara.

"China telah memainkan peran konstruktif dalam upaya meredakan ketegangan, serta mendorong semua pihak untuk terus memilih jalan damai dan menjaga momentum negosiasi. Kami mendukung kembalinya AS dan Iran ke dalam Memorandum of Understanding (MoU) Islamabad, dan berharap kedua belah pihak dapat segera kembali ke jalur penyelesaian masalah melalui dialog dan negosiasi," ungkap Xi.

Ia pun berharap baik AS maupun Iran akhirnya mencapai kesepakatan komprehensif, termasuk mengenai isu nuklir.