Penekanan pada hubungan antarmasyarakat tersebut tidak hanya ditujukan kepada generasi muda.

Selama beberapa dekade, Xi tetap menjalin kontak dengan teman-teman lamanya di Iowa, yang pertama kali ditemuinya dalam kunjungan perdananya ke AS pada 1985, serta berkirim surat dengan para veteran Flying Tigers dari Perang Dunia II, seraya mengenang ikatan yang terjalin di antara kedua bangsa pada masa tersebut.

Sakolsky mengatakan dirinya meyakini pertemuan antara Presiden Xi dan Presiden Trump dapat membantu membangun jembatan tersebut."Kita harus membangun lebih banyak jembatan dan membuka lebih banyak jalan bagi interaksi antarmasyarakat," tutur Xi pada suatu kesempatan. "Kita tidak boleh mendirikan penghalang atau menciptakan suasana yang membuat orang enggan berinteraksi."Menjelang kunjungan Xi ke AS, kisah persahabatan lainnya antara masyarakat di kedua sisi Samudra Pasifik menjadi viral di dunia maya.Pada 1999, Ronald Sakolsky, guru asal AS, menyumbang 5.000 dolar AS (1 dolar AS = Rp17.813) untuk mendukung upaya penanaman pohon yang dilakukan oleh seorang wanita China bernama Yin Yuzhen guna mengatasi desertifikasi di Mongolia Dalam, Tiongkok utara. Dengan dana tersebut, Yin kemudian berhasil membudidayakan hutan yang terdiri atas lebih dari 50.000 pohon.Ketika Sakolsky dan Yin bertemu kembali di China pada Agustus, dia ditanya pesan apa yang ingin dibawanya pulang ke AS. Jawabannya adalah: "Jembatan."

"China siap membangun kembali jembatan tersebut," kata Sakolsky. "Apakah AS siap? Saya yakin begitu."