Di sisi lain, Amerika Serikat terikat oleh undang-undang untuk membantu Taiwan, pulau yang memiliki pemerintahan sendiri, mempertahankan kemampuan pertahanannya.

Pada Mei lalu, Xi memperingatkan Trump bahwa kesalahan dalam menangani isu Taiwan dapat membuat kedua negara "bertabrakan atau bahkan terjerumus ke dalam konflik".

Tak lama setelah itu, Trump menunda persetujuan paket penjualan senjata senilai US$14 miliar (sekitar Rp250 triliun) untuk Taiwan, dengan menyebutnya sebagai "alat tawar yang sangat baik" dalam negosiasi dengan Beijing.

Xi kemungkinan memanfaatkan celah tersebut dalam perundingan kali ini. Ia tampaknya berargumen bahwa menahan dukungan terhadap Taiwan dapat mengurangi risiko konflik.

Pada Kamis (24/09), Xi kembali menyatakan harapannya agar AS tetap berpegang pada "posisi yang benar" dengan menentang kemerdekaan Taiwan.

Namun Trump, yang tengah menghadapi tekanan dari kalangan Demokrat maupun Republik untuk terus mendukung Taiwan, sejauh ini belum memberikan tanggapan terbuka atas pernyataan pemimpin China tersebut.

Perdagangan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi China (Getty Images)

Kedua pemimpin setidaknya membahas kecerdasan buatan (AI), meski belum jelas apakah mereka mencapai kesepakatan mengenai langkah-langkah pengamanan teknologi tersebut.

Perhatian banyak pihak tertuju pada kemungkinan munculnya keputusan konkret terkait AI, seperti kesepakatan untuk menggelar pertemuan tingkat tinggi, menyusul esai yang ditulis CEO Anthropic, Dario Amodei, yang menyerukan perlambatan pengembangan AI agar teknologi itu dapat dibuat lebih aman.

Seruan tersebut muncul setelah salah seorang peneliti keselamatan AI senior di perusahaan itu memperingatkan bahwa terdapat "peluang lebih dari 10%" AI dapat menyebabkan kepunahan umat manusia.

Namun, selain pernyataan Xi mengenai pentingnya memastikan AI "selalu berada di bawah kendali manusia", tidak banyak informasi baru yang muncul dari pembahasan tersebut. Trump sendiri belakangan menyebut kekhawatiran bahwa AI dapat memusnahkan manusia sebagai "tipuan".

Dan tentu saja, ada satu hal lain yang tidak boleh dilupakan: panda.