Rencana pengiriman dua panda bernama Ping Ping dan Fu Shuang ke Atlanta pertama kali diumumkan pada April lalu. Kini, Xi mengatakan keduanya akan tiba dalam beberapa hari ke depan, menandai kembali bergulirnya diplomasi panda China.
Masih mungkin ada pengumuman lain dalam waktu dekat, mengingat kedua pemimpin dijadwalkan menikmati jamuan teh bersama dan mengunjungi Arsip Nasional AS pada Jumat.
Panda telah memainkan peran penting dalam diplomasi China (Getty Images)
Namun untuk saat ini, salah satu kemenangan terbesar Beijing dari pertemuan puncak tersebut mungkin justru terletak pada pencitraannya.
Sambutan mewah yang diberikan kepada Xi, mulai dari penyambutan langsung oleh Trump di bandara hingga jamuan makan malam kenegaraan yang menyajikan kakap laut berbalut wijen dan pakcoy muda rebus, disambut positif oleh banyak warga China yang mengikutinya dari tanah air.
Semua itu membantu memperkuat citra Xi di dalam negeri sebagai sosok yang setara dengan Trump.
Berbagai meme yang membandingkan kedua pemimpin tersebut pun ramai beredar di media sosial China.
Salah satu gambar yang populer memperlihatkan Trump meringis ketika pesawat pengebom melintas di atas kepala, sementara Xi tetap menunjukkan ekspresi datar.
Xi tampaknya telah menemukan cara untuk menghadapi salah satu pemimpin dunia yang paling sulit diprediksi.
Namun, sementara Trump berbicara tentang "persahabatan yang benar-benar luar biasa", Xi berfokus pada tujuan yang lebih besar: memastikan China mendapat tempat sejajar dengan Amerika Serikat sebagai kekuatan adidaya dunia.
Panda, seremoni kenegaraan, dan kata-kata hangat mungkin dapat membantu memperhalus hubungan kedua negara.
Namun di balik semua kemegahan itu, persaingan antara dua negara paling berpengaruh di dunia ini tetap sengit seperti sebelumnya.