Ia meminta rakyat China untuk mempertahankan prinsip umum kerja untuk mengupayakan kemajuan dengan tetap menjaga stabilitas, menerapkan konsep pembangunan baru secara utuh, akurat, dan menyeluruh, mempercepat pembentukan pola pembangunan baru, semakin memperdalam reformasi dan keterbukaan, serta mengoordinasikan pembangunan dan keamanan dengan lebih baik.
"Kita harus secara teguh menerapkan kebijakan 'satu negara, dua sistem', 'Hong Kong diperintah oleh warga Hong Kong', 'Makau diperintah oleh warga Makau', dan otonomi tingkat tinggi, mendukung Hong Kong dan Makau agar lebih baik dalam berintegrasi dan berkontribusi pada pembangunan nasional secara keseluruhan," ungkap Xi Jinping.
Mengenai isu Taiwan, ia mengajak rakyat untuk memperdalam pertukaran dan kerja sama antara kedua sisi Selat Taiwan, secara tegas menindak kekuatan separatis "kemerdekaan Taiwan", menentang campur tangan kekuatan eksternal, mendorong perkembangan damai hubungan kedua sisi selat, dan memajukan usaha besar penyatuan Taiwan ke China.
"Kita harus mempertahankan kebijakan luar negeri damai yang independen dan mandiri, mendorong pelaksanaan empat inisiatif global utama, serta mendorong pembangunan komunitas senasib sepenanggungan umat manusia, guna memberikan lebih banyak kepastian dan energi positif bagi dunia yang diliputi perubahan dan gejolak," tambah Xi Jinping.
Dalam acara yang diadakan di "aula perjamuan" Balai Besar Rakyat itu, terpampang angka tahun "1949-2026" warna kuning tirai merah besar yang menciptakan latar mencolok.
Perdana Menteri Li Qiang memimpin jalannya resepsi yang dimulai pukul 17.30 waktu setempat.