Kanal tersebut dirancang untuk dilalui kapal berbobot hingga 5.000 ton. Lebih lagi, kanal tersebut memangkas jarak tempuh lebih dari 560 kilometer melalui jalur air dari wilayah barat daya Tiongkok menuju laut, jika dibandingkan rute biasa melalui pelabuhan di Provinsi Guangdong. Kanal ini juga dapat menghemat biaya logistik sebesar 18–30% dan menghemat biaya transportasi lebih dari RMB 5 miliar setiap tahun.

Menurut Lu Xinning, Wakil Ketua Pemerintah Daerah Guangxi, kanal tersebut menciptakan jalur penghubung baru antara pasar Tiongkok yang berpenduduk 1,4 miliar jiwa dan hampir 700 juta konsumen ASEAN. Lu juga menilai, dampaknya tidak hanya mencakup pergerakan barang, namun juga mendorong investasi lintasnegara yang baru dan memperdalam integrasi rantai pasok regional.

Pembangunan kanal tersebut berlangsung lebih dari empat tahun. Sebagian besar kanal dibangun dengan memperlebar, memperdalam, dan meluruskan jalur air yang sudah ada, sementara sebagian kecil lainnya harus digali melalui daratan dan medan pegunungan.