“Kita harus memperbesar pai kerja sama yang saling menguntungkan, dan memastikan bahwa lebih banyak manfaat pembangunan akan dinikmati secara lebih adil oleh masyarakat di seluruh dunia,” tutur Xi dalam pertemuan ke-23 Dewan Kepala Negara Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) pada 2023.
Metafora tersebut menggambarkan visi GGI yang berorientasi pada kepentingan masyarakat dan tindakan nyata, yakni memperluas manfaat kerja sama internasional sekaligus memastikan distribusinya berlangsung secara lebih merata.
Saat mengusulkan GGI, Xi juga menekankan pentingnya “memastikan bahwa masyarakat setiap negara menjadi pelaku sekaligus penerima manfaat dari tata kelola global.”
SCO, organisasi tempat Xi mengusulkan Inisiatif Tata Kelola Global (GGI), menjadi salah satu contoh penerapan kerja sama tersebut. Dalam organisasi itu, China telah mengumumkan pembentukan sejumlah platform kerja sama di bidang energi, industri hijau, dan ekonomi digital, serta pusat inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan tinggi, serta pendidikan kejuruan dan teknis.
Perluasan bidang kerja sama tersebut menunjukkan upaya memperbesar manfaat kolaborasi secara nyata, antara lain dengan membuka peluang baru bagi pembangunan dan memperluas jangkauan manfaatnya kepada masyarakat.
Selain memperluas manfaat kerja sama, Xi juga menekankan pentingnya pembagian manfaat secara adil untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan. Menurut dia, tata kelola global yang lebih baik harus mendorong pembangunan bersama dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh dunia.
Dalam KTT G20 di Brasil pada 2024, Xi menyerukan pembangunan dunia yang adil dan berorientasi pada kemakmuran bersama. Ia mengatakan kemakmuran dan stabilitas tidak mungkin terwujud apabila kelompok kaya semakin sejahtera, sementara kelompok miskin semakin tertinggal. Karena itu, negara-negara perlu menjadikan pembangunan global lebih inklusif, memberikan manfaat bagi semua pihak, dan lebih tangguh.
Untuk mewujudkan dunia tersebut, Xi mengatakan diperlukan lebih banyak jembatan kerja sama dan lebih sedikit “halaman kecil dengan pagar tinggi”, sehingga lebih banyak negara berkembang dapat meningkatkan kesejahteraan dan mencapai modernisasi.