NADIKABAR.COM — Xpeng menjadi salah satu perusahaan rintisan kendaraan listrik (EV) asal China pertama yang memasuki pasar Eropa yang sangat kompetitif.
Penjualan model G3 dimulai pada akhir 2020 di Norwegia, negara yang memiliki minat tinggi terhadap kendaraan listrik. Dalam enam tahun sejak saat itu, merek tersebut telah menjual sekitar 60.000 mobil di kawasan Eropa, yang berarti Xpeng masih tergolong sebagai pemain kecil. Namun, kondisi itu mungkin tidak akan bertahan lama.
Laman Carscoops, Kamis (15/10) waktu setempat melaporkan bahwa dalam gelaran Paris Motor Show yang sedang berlangsung, Chairman Xpeng He Xiaopeng mengungkapkan ia ingin perusahaan tersebut menjual 1 juta kendaraan per tahun pada 2030, dengan separuh dari jumlah tersebut berasal dari Eropa.
Jika Xpeng mencapai target itu, penjualannya akan melampaui Ford, yang menjual 426.459 mobil di kawasan tersebut pada tahun lalu.
Angka itu juga akan melampaui penjualan Opel/Vauxhall sebanyak 399.783 unit dan Tesla sebanyak 238.656 unit, serta kurang lebih setara dengan penjualan Kia yang mencapai 507.304 unit di Eropa.