Rombongan kemudian diajak keliling kota dengan mengunjungi sejumlah situs sejarah dan warisan budaya, antara lain Istana Dalam Loka, Istana Bala Puti, Istana Bala Kuning, Makam Gunung Setia, serta sumber mata air Buen Ai Awak.

Dari kawasan pesisir menuju pusat kota, mereka melihat sisi lain Sumbawa. Laut menawarkan panorama dan kekayaan bawah air, sementara kawasan daratan menyimpan jejak sejarah, arsitektur tradisional, serta tradisi yang masih hidup di tengah masyarakat.

Perjalanan tersebut, sekaligus mempertemukan peserta dengan pelaku usaha lokal. Sejumlah UMKM binaan Pemerintah Kabupaten Sumbawa memperkenalkan produk khas daerah, seperti wastra, kopi, susu kuda liar, madu, suvenir bertema hiu paus, serta berbagai produk pariwisata.

Transaksi selama rangkaian kegiatan dilaporkan mencapai puluhan juta rupiah pada empat UMKM binaan pemerintah daerah.

Aktivitas itu memperlihatkan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara dapat memberi dampak langsung kepada pelaku usaha ketika perjalanan mereka terhubung dengan produk dan aktivitas masyarakat.

Pergerakan rombongan dari kawasan pesisir menuju pusat kota juga membuka peluang bagi perajin, penyedia jasa, dan pelaku usaha lainnya untuk memperoleh manfaat dari aktivitas pariwisata.

Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa menargetkan kunjungan tersebut dapat mendorong pergerakan ekonomi masyarakat.