Yamaha memiliki dua tim yang berlaga pada MotoGP 2026. Artinya akan ada empat pebalap yang absen di Lusail, salah satunya Jack Miller yang terang-terangan menyebut sebagian besar pebalap enggan terbang ke Qatar.

"Saya tak mau pergi (ke Qatar). Seperti yang lain. Ada 19 dari kami yang tak mau ke sana. Saya tak berpikir kami harus membalap seperti itu. Kami sudah menjelaskan opini kami. Tunggu saja keputusannya seperti apa," ujar pebalap Australia itu, dikutip Motorsport.

"Sebagai para pebalap, kami telah bersatu dan berupaya semampu kami, serta menggunakan segala sarana yang kami miliki untuk menyampaikan keberatan. Hal ini bukan hanya demi kepentingan kami sebagai pebalap, tetapi juga bagi pihak-pihak lain yang terlibat dalam kejuaraan ini. Jika Anda berbicara dengan 50% orang di area paddock, tidak ada satu pun yang ingin pergi ke sana. Saya tidak mengerti mengapa kami harus pergi. Saya benar-benar tidak mengerti.

"Saat ini, kondisi di Qatar sendiri aman. Saya menyukai Qatar. Namun, masalahnya terletak pada wilayah-wilayah di sekitarnya. Sayangnya, negara-negara tetangga di sana sedang menghadapi sejumlah masalah. Ada banyak ketidakpastian untuk menggelar sebuah ajang berskala global di sana," tegasnya.

Keputusan Yamaha sudah ditanggapi oleh MotoGP, yang "kecewa" dengan langkah tersebut meski memahami bahwa ada hierarki dari atas yang membatasi mereka. Mereka menyebut sejauh ini persiapan balapan di Qatar masih berjalan lancar dan kini ada potensi ancaman sanksi untuk pabrikan Jepang tersebut.