"Setelah berkonsultasi dengan Negara Qatar, Sirkuit Internasional Lusail, penasihat keselamatan independen, serta melalui proses penilaian risiko yang terus dilakukan oleh pihak MotoGP sendiri, kami tidak menerima informasi apa pun yang mengharuskan adanya perubahan terhadap rencana penyelenggaraan acara saat ini," bunyi respons MotoGP.

"Hari ini (Minggu), kami telah menyampaikan posisi tersebut beserta informasi terkini yang tersedia kepada seluruh pabrikan dan tim. Kami menyambut baik konfirmasi dari tim-tim lain yang menyatakan akan tetap berkompetisi di Qatar, dan kami berterima kasih atas komitmen mereka."

"Selain dampak kontraktual dalam perjanjian antara Yamaha dengan MotoGP dan IRTA akibat keputusan tersebut, absennya Yamaha juga berdampak pada aspek olahraga. Konsekuensi apa pun yang muncul dalam aspek olahraga akan ditangani oleh FIM sesuai dengan regulasi kejuaraan," tutup pernyataan tersebut.

Motorsport menyebut MotoGP terus mengingatkan para tim agar mengikuti semua balapan sesuai dengan kontrak. Ada ancaman sanksi finansial dan olahraga yang menyertai jika absen di Qatar, termasuk potensi larangan ikut balapan di sisa musim ini, yakni di Portugal dan Valencia.

Situasi keamanan di Timur Tengah yang tak menentu sejak awal tahun ini berdampak pada berbagai agenda olahraga di sana. Di Formula 1, GP Arab Saudi telah dibatalkan dan GP Bahrain dipindahkan ke Malaysia. Nasib GP Qatar dan GP Abu Dhabi yang dijadwalkan pada 29 November dan 6 Desember juga masih tanda tanya.