Olahraga
HALAMAN 1 DARI 3
Yamal Ingin Para Pesepakbola Lebih Bersenang-senang di Lapangan
Di era sepakbola yang cenderung mekanis dan sistemis, Lamine Yamal coba memberi warna lain. Ia mengambil risiko dan bermain-main dengan lawan.
Redaksi NadiKabar
✓
Redaksi NadiKabar
•
Dipublikasikan: Minggu, 27 September 2026 pukul 13:35 WIB
• ⏱ 2 menit baca
NADIKABAR.COM — Di era sepakbola yang cenderung mekanis dan sistemis, Lamine Yamal coba memberi warna lain. Ia mengambil risiko dan bermain-main dengan lawan.
Yamal sudah menjadi fenomena di dunia sepakbola sejak usia belia. Ia baru berusia 17 tahun ketika membawa Spanyol juara Piala Eropa 2024 dan dua tahun lebih tua ketika memenangi Piala Dunia 2026 lalu.
Bersama Barcelona, pemain berdarah Maroko dan Guinea Khatulistiwa itu sudah tiga kali juara LaLiga, satu kali memenangi Copa del Rey, dan dua kali meraih Piala Super Spanyol. Tapi Yamal bukan sekadar sukses dan trofi-trofi.
Pedoman Media Siber: NadiKabar.com berkomitmen mematuhi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers Indonesia. Apabila ada hak jawab atau koreksi, silakan hubungi redaksi melalui kanal kontak kami.